Pendiri As-Syafi’iyah

KH. Abdullah Syafi’ie adalah seorang Ulama Besar di Jakarta sangat dikenal oleh masyarakat luas, bukan saja di Jakarta dan sekitarnya, bahkan di Indonesia, khusus nya oleh Muslimin dan Muslimat yang selalu mengikuti kegiatan dakwahnya yang secara langsung disampaikan di Masjid-Masjid, Madrasah atau tempat lainnya dalam rangka Dakwah Islamiyah yang dilakukan selama puluhan tahun secara rutin. Juga dapat diikuti ceramahnya yang lantang dan menyentuh hati melalui Radio yang merupakan media dakwah yang sangat luas jangkauannya sebagai suara petunjuk dan penyejuk hati bagi pendengarnya.

KH. Abdullah Syafi’ie bukan saja seorang Da’i yang sangat dikagumi oleh jutaan pendengarnya, tapi beliau juga sebagai seorang yang sangat peduli dengan pendidikan dan pengajaran, khususnya dibidang pendidikan Islam bagi generasi pelanjut, penerus cita-cita dan perjuangan. Berpuluh sekolah/lembaga pendidikan dibangun dan dikembangkan dengan cepat dan lengkap. Berjenjang dari yang terendah TK sampai Perguruan Tinggi / Universitas. Pesantren ada dibeberapa lokasi, bahkan ada pesantren khusus bagi anak-anak yatim/miskin dan SLB tuna grahita dan tuna rungu. Dari sekolah formal bagi putra-putri sampai lembaga kursus bagi ibu-ibu dan bapak-bapak. Dan bagi jamaah ada beberapa majelis taklim ada berpuluh kitab hasil karyanya pun sangat diminati sebagai bahan pelajaran disekolah atau majelis taklim. Ceramah-ceramah beliau tersimpan dan terekam baik dalam kaset dalam jumlah yang sangat banyak.

KH. Abdullah Syafi’ie dicintai oleh murid-murid, santri-santri dan jamaahnya, dikagumi oleh yang mengenalnya dari dekat dan berjumpa satu atau dua kali saja. Teman dan sahabatnya sangat banyak dan luas, dari kalangan seprofesi (ulama), pejabat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai organisasi Islam dalam dan luar negeri. Pribadinya dikenal luwes, tegas, tawadhu’ penyayang, penuh perhatian, gigih dan pekerja keras, santun, bicaranya lugas dengan dialek betawi yang kental namun mengena ditelinga dan hati pendengarnya. Saat dipanggil ALLAH SWT diusia 75 tahun, (3 September 1985) jenazahnya diantar oleh ratusan ribu orang berjalan kaki dari kediaman beliau diBalimatraman ketempat peristirahatan terakhir di komplek Pesantren Putra As-syafi’iyah Jatiwaringin. KH. Abdullah Syafi’ie kini tidak lagi hadir ditengah kita, namun warisan ilmu dan pendidikan yang diberikan oleh beliau telah berhasil menciptakan ribuan guru/ustadz/ustadzah terdiri dari putra dan putrinya dan murid-murid yang meneruskan cita-cita dan perjuangannya. Beliau tetap dihati pecintanya sebagai tokoh kharismatik dan dikenang sepanjang waktu. Semoga ALLAH SWT mengampuni segala kehilafannya, menerima semua amal-amal dan ibadahnya, serta menjadikan kuburnya Raudhoh min riadil jannah. Aamien Ya Rabbal ‘Alamien.